03 September 2008

Engkau Memiliki Allah Wahai Al Aqso!!

بسم الله الرحمن الرحيم


"Engkau memiliki Allah wahai Al-Aqsa"


Segala puji bagi Allah yang memiliki nama-nama yang baik dan sifat-sifat yang tinggi. Salawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi yang dijalankan para malam hari (isra’) dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa, Wa ba’du:


Telah muncul berita-berita dari ikhwan-ikhwan di Al Quds mengenai usaha serius yang dilakukan oleh Yahudi untuk menguasai masjidil Aqsa dengan cara melakukan perluasan galian yang mancakup seluruh lokasi di bawah masjid dengan galian yang sangat dalam. Ini merupakan ancaman yang berbahaya dan nyata. Bukan hanya ancaman untuk diledakkan, akan tetapi hal itu bisa terjadi hanya dengan sekedar melintaskan pesawat-pesawat super sonik. Di sisi lain, apa reaksi yang muncul …


-Pemerintahan Abbas dan pemerintahan-pemerintahan Arab tenggelam dalam “madu”, mereka tidak peduli dengan dihancurkannya Al Aqsa maupun Ka’bah.


-Pemerintahan Gaza (Hamas) sibuk memperkokoh singgasananya di Jalur Gaza dan mendirikan negara demokrasi.


-Berbagai kelompok dan gerakan melakukan mengajak untuk melakukan penentangan dan pengecaman dengan cara pergolakan massa dan demonstrasi damai, kemudian pulang lagi untuk menyantap makan siang bersama anak dan istri.

Lalu apa yang tengah terjadi wahai umat Islam?


Sesungguhnya Al Aqsa adalah tempat isra’, tanyakan kepada Ibnul Khattab dan Ibnul Jarrah, apakah kalian ingin Al Aqsa dihancurkan?


Oleh karena itu kami angkat persoalan ini kepada umat Islam supaya umat Islam memahami permasalahan ini dengan jelas:


Pertama: “Brigade Al Qassam” memikul tanggung jawab secara penuh jika tidak melakukan balasan atas kejahatan-kejahatan Yahudi dalam persoalan Al Aqsa, karena harapan umat ada pada mereka. Umat Islam ketika menyokong mereka dengan dana dan persenjataan, mereka tidak menginginkan untuk ditimbun atau digunakan untuk melawan kaum muslimin. Dan ketika mereka telah dikuasakan atas persenjatan, mereka tidak mengambilnya untuk kemudian dibiarkan berkarat. Oleh kerana itu, hendaknya mereka menggunakannya untuk memerangi Yahudi atau memberikannya kepada orang yang mau berperang dengan senjata tersebut.


Ummu ‘Ammarah radliyAllahu ‘anha berkata mengenai perang Uhud: Ketika itu aku melihat manusia kalangkabut meninggalkan Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasalam, sehingga tidak tersisa kecuali beberapa orang yang tidak genap 10, ditambah dengan aku, anak-anakku dan suamiku yang berada di depanku. Kami melindungi Rasulullah, sementara orang-orang yang lari kalah melewati beliau, sementara beliau melihat aku tidak membawa tameng. Maka ketika beliau melihat seseorang melarikan diri sedangkan dia membawa tameng, beliau mengatakan kepada orang tersebut: Hai orang bertameng, lemparkan tamengmu untuk orang yang berperang! Orang itupun melemperkan tamengnya lalu aku ambil tameng itu dan aku gunakan untuk melindungi Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wa sallam.


Kedua: Situasi tenang yang diciptakan antara kelompok-kelompok Palestina dengan Yahudi merupakan faktor yang memuluskan proyek-proyek tersebut. Hal ini pula yang menjadikan Yahudi berani meningkatkan pembunuhan dan penangkapan terhadap kaum muslimin di tepi barat. Dan yang akhirnya menjadikan Yahudi menghancurkan Al Aqsa dengan tenang, sementara mereka yakin bahwa aktifitas mereka ini tidak akan memancing penduduk Gaza, lantaran mereka sibuk dengan peperangan interen. Oleh karena itu kami menyeru kepada seluruh orang yang bertauhid dan ikhlas agar berlepas diri dari perjanjian damai yang batil ini.


Ketiga: Serangan roket atau penyerangan terhadap Yahudi yang muncul sebagai reaksi yang wajar, akan ditafsirkan sebagai tindakan yang merusak kepentingan nasional, yang akan dijadikan pemerintah sebagai alasan untuk memerangi atau menangkap mujahidin. Dan menteri luar negeri pemerintahan Hammas telah menegaskan hal itu. Lalu apa solusinya?


Keempat: Apakah imbalan atas penjagaan universitas Islam dan lembaga-lembaga pemerintahan di Gaza adalah dengan dihancurkannya masjidil Aqsa?


Kelima: Keluarnya mujahidin untuk memerangi Yahudi atau untuk menghujani mereka dengan roket akan memaksa mereka untuk berkonfrontasi dengan pemerintah yang berkuasa atas Gaza, yang hal itu pasti akan mengakibatkan meletusnya peperangan dan pembunuhan di tengah-tengah kaum muslimin, dan inilah yang diinginkan oleh Yahudi. Jadi apa yang bisa dilakukan oleh seorang mujahid, sementara pemerintah menghalanginya untuk memerangi Yahudi? Apakah Brigade Al Qassam telah menjadi penjaga perbatasan untuk Yahudi?


Keenam: Jika kelompok-kelompok dan gerakan-gerakan Palestina itu tidak memahami strategi Yahudi untuk membengkokan dan memecah belah umat dengan cara mengadakan perjanjian damai antara satu fihak dengan satu fihak, lalu mereka membunuh fihak pertama kemudian fihak kedua, lalu kenapa mereka menceburkan diri mereka dalam peperangan yang tidak jelas ini?


Ketujuh: Kami tidak berperang untuk batu dan tanah, sedangkan darah seorang muslim itu bagi kami lebih suci daripada ka’bah, apalagi masjidil Aqsa. Kami tidak hendak memerangi kaum muslimin, atau menjadi faktor terbunuhnya seorang muslim. Akan tetapi serangan Yahudi terhadap masjidil Aqsa adalah serangan terhadap Islam, dan orang yang diam terhadap kejahatan ini berarti sepakat dengan Yahudi. Dan tidak atas tindakan Yahudi berarti ridlo dengan tindakan tersebut atau tidak merasa sedih dengannya. Sedangkan kami lebih mulia daripada sekedar menyibukkan diri dengan dunia atau memerangi kaum muslimin sehingga melalaikan kami melindungi tanah suci umat Islam.


Oleh karenanya, wahai umat Islam: Ingat-ingatlah Allah dalam menjaga agama kalian. Ingat-ingatlah Allah dalam menjaga Al Aqsa. Sungguh tempat isra’ Nabi kalian dalam bahaya. Apa yang akan kalian katakan kepada Allah dan Rasul-Nya sallAllahu ‘alaihi wa sallam jika masjidil Aqsa dihancurkan?


Tidak akan diterima udzur kalian dalam proses normalisasi semu yang dengannya kalian belenggu para lelaki. Orang yang lemah adalah orang yang duduk di rumahnya dan mengatakan: Apa yang dapat aku kerjakan? Sedangkan pengkhianat adalah orang yang lebih mengutamakan kepentingan Gaza dan penduduknya daripada Al Quds dan masjidil Aqsa.


Ya Allah, bukankah telah kami sampaikan, ya Allah saksikanlah.
Ya Allah, bukankah telah kami sampaikan, ya Allah saksikanlah.
Ya Allah, bukankah telah kami sampaikan, ya Allah saksikanlah.

Dan akhir dari seruan kami, segala puji bagi Allah Rabbul ‘Alamiin.


Divisi Media Jaish Al-Islam
Bumi ribath


Sabtu, 15 sya’ban 1429 H
Bertepatan dengan 16 August 2008 M


Sumber : Markas Media Sada Al Jihad


Front Media Islam Global
(Pengawas Informasi Mujahidin dan Pengobar Semangat kaum Mukminin )

Penterjemah : Forum Islam Al-Tawbah