09 September 2007

Yang Kita Harapkan: 'Azzam Yang Menyeluruh...nasihat syaikh Abdullah Azzam rahimahullah


Sesungguhnya, ‘azzam yang kami harapkan muncul dari kalian adalah ‘azzam yang menyeluruh; ‘azzam alam ilmu dan amal, ‘azzam dalam dakwah dan jihad, ‘azzam dalam iman dan yakin, ‘azzam dalam sabar dan ridla, ‘azzam dalam hisbag (menyerukan) kebenaran, serta ‘azzam dalam memperbaiki diri dan member petunjuk kepada semua makhluk.

Kami tidak mengharapkan ‘azzam yang Cuma sepotong, sebatas satu bidang tertentu saja. Kami menginginkan orang-orang yang memiliki himmah yang tinggi dalam pelbagai medan amal Islami, bukans atu bidang saja. Kami hanya mnginginkan ‘azzam yang utuh dan menyeluruh.

Tentang ini, saya tidak mendapati kalimat yang lebih baik daripada Ibnul Qayyim dalam Thariqul Hijratain wa Babus Sa’adatain, “Di antara mereka ada orang yang melewati semua celah, berjalan menuju llah dari berbagai lembah, dan sampai ke sana dari beragai jalan. Orang ini menjadikan tanggungjawab ubudiyyahnya sampai kiblat gerakan hatinya dan sasaran pandangan matanya.

Ia menjadi makmum dan berjalan di belakang ubudiyyahnya, ke mana pun ia pergi. Ia memiliki saham di semua bagian; di mana ada ubudiyyah di sana ia ada. Dalam ilmu, anda akan mendapatinya bersama ahlinya. Dalam jihad, anda akan menemuinya di shaf para mujahid. Dalam shalat anda akan menjumpainya bersama orang-orang yang khusyu’. Dalam dzikir anda akan menyaksikannya bersama ahli dzikir. Dalam kebajikan dan manfaat, anda akan melihatnya bersama orang-orang yang penuh dengan kebajikan. Ia benar-benar memegang erat ubudiyyah bagaimana pun pilar-pilar ubudiyyah itu adanya. Ia menghadap kepadanya di mana pun bagian-bagian ubudiyyah itu berada.

Jika ada yang bertanya, ‘Amal jenis apakah yang kamu inginkan?’, ia akan menajwab, ‘Aku ingin menunaikan perintah Rabbku, bagaimana pun dan di mana pun. Aku ingin pa pun tuntutannya. Aku ignin entah aku akan dikumpulkan atau diceraiberaikan. Aku hanya ingin menunaikannya,melaksanakannya dan mawas diri di dalamnya. Aku ingin menghadap ruh, kalbu dan badanku. Aku ingin menyerahkan perniagaanku kepadaNya demi menunggu harga yang akan dibayarkan,
“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan surga…” (at Taubah: 111)[1]

[1] Thariqul Hijratain wa Babus Sa’adatain, Ibnul Qayyim hal. 179. Mathba’ah Salafiyyah 1375 H.